Postingan

PENDEKATAN WHOLE LANGUAGE

oleh: Marjan Fariq Whole language adalah suatu pendekatan pembelajaran bahasa yang menyajikan pembelajaran bahasa secara utuh atau tidak terpisah-pisah. (Edelsky, 1991 dalam Agus Wuryanto, 2010). Pendekatan whole language, yaitu suatu pandangan kebenaran tentang hakikat proses belajar dan bagaimana mendorong proses tersebut agar dapat berlangsung secara efektif dan efisien sehingga dapat mencapai tujuan yang telah ditentukan dalam proses belajar mengajar di sekolah secara optimal. (Imam Syafi’ie, 1995). Whole language adalah suatu pendekatan pembelajaran bahasa yang didasari oleh paham constructivism. Dalam whole language bahasa diajarkan secara utuh, tidak terpisah-pisah; menyimak, berbicara, membaca, dan menulis diajarkan secara terpadu (integrated) sehingga siswa dapat melihat bahasa sebagai suatu kesatuan. (PUSLATA,2008). Menurut Prakorso dan Surasinah (dalam Alimin,2010), “Integratif (Whole Language) adalah cara untuk menyatukan pandangan tentang bahasa, tentang pembelajaran...

RESPON LOGIKA (pada matakuliah Logika)

RESPON LOGIKA (pada matakuliah Logika) Oleh Marjan Fariq Hadirnya Socrates, Plato, Aristoteles, Ptolemei, Galileo, Einstein, Hawkins, menegaskan persepi bahwa ilmu logika hanyalah hasil dari pemikir Barat. Tentunya hal ini mesti dipertanyakan. Sedemikian akutkah kita melahap semua pemikiran Barat? Barangkali hal seperti ini justru menimbulkan subjektifitas dalam ilmu logika. Sebab, pemikirannya timpang, serta memandang sebelah mata pendapat para pemikir Timur. Hal yang perlu ditegaskan sebenarnya mengenai posisi pemikir ‘Logika’ diantara Aristoteles sampai kepada Ptolemei ataupun Galileo. Dimanakah posisi Al-Ghazali dan ibnu rusyd?, terutama pemikiran Abul Walid Mohamamd ibnu Rusyd, nama panjang Ibnu Rusyd, yang berbeda pada masanya ia melahirkan gejolak intelektual yang belum pernah terjadi sebelumnya. Hingga kemudian mampu mengubah pemikiran sosial di abad pertengahan Islam dan Latin-Kristen. Di sisi lain, pemikirannya menjadi pemicu terjadinya gerakan Renaisans yang sela...

MAKNA SIMBOLIS “PEREMPUAN GERABAH”

Gambar
MAKNA SIMBOLIS “PEREMPUAN GERABAH” Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Apresiasi Drama Indonesia Oleh: Marjan Fariq 081268 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SASTRA DAN BAHASA INDONESIA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA 2010 MAKNA SIMBOLIS “PEREMPUAN GERABAH” Oleh: Marjan Fariq Bismillahirrahmanirrahim. Perempuan Gerabah adalah kenyataan pahit dari masyarakat kapitalisme modern sebagai peronifikasinya. Modernisme atau bahkan kini meningkat menjadi pos modernism yang diagungkan manusia ternyata memiliki banyak ketimpangan. Ia rela diperintah serta mau melakukan apa yang diharapkan, seperti ditempatkan dalam mesin sosial tanpa banyak rewel. Ia diarahkan tanpa paksaan, dipimpin tanpa pemimpin, didorong tanpa tujuan. Ia menciptakan sesuatu, selalu bergerak, selau berputar, selalu berfungsi serta tak pernah menyerah. Ia terjebak dalam rutinitas yang ketat, dalam kerja-kerja mekanik. Ia kehilangan arah transendensi. Mengh...

ANALISIS UNSUR INTRINSIK DRAMA “MONUMEN” KARYA INDRA TRANGGONO

ANALISIS UNSUR INTRINSIK DRAMA “MONUMEN” KARYA INDRA TRANGGONO Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Apresiasi Drama Indonesia Oleh: Marjan Fariq PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SASTRA DAN BAHASA INDONESIA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA 2010 I. UNSUR-UNSUR TEKS SASTRA Tema Kehidupan masyarakat sekuler kapitalis dalam perspektif para pahlawan yang telah gugur. B. Alur/plot Plot yang digunakan yaitu plot progresif (alur maju), yakni cara alamiah A-B-C-Z. Tokoh dan Penokohan Seorang nenek : ia adalah tokoh yang muncul diawal dan diakhir cerita, ia hanya narator yang mengajak agar penonton menyaksikan pertunjukkan drama tersebut. Wibangso : , tegas tetapi terkadang juga suka membangga-banggakan dirinya serta bersikap a...

BIOGRAFI SASTRAWAN

Putu Wijaya Sastrawan Serba Bisa Nama: I Gusti Ngurah Putu Wijaya Lahir: Puri Anom, Tabanan, Bali, 11 April 1944 Istri: Dewi Pramunawati Anak: I Gusti Ngurah Taksu Wijaya Ayah/Ibu: Gusti Ngurah Raka/Mekel Erwati Agama: Hindu Pendidikan: - SR, Tabanan (1956) - SMP Negeri, Tabanan (1959) - SMA-A, Singaraja (1962) - Fakultas Hukum UGM (1969) - ASRI dan Asdrafi, Yogyakarta - LPPM, Jakarta (1981) - International Writing Programme, Iowa, AS (1974) Karir: - Pimpinan Teater Mandiri, Jakarta (1971-sekarang) - Penulis skenario film, antara lain Perawan Desa (memperoleh Piala Citra FFI 1980), Kembang Kertas (memperoleh Piala Citra FFI 1985), Ramadhan dan Ramona, Dokter Karmila, Bayang-Bayang Kelabu, Anak-Anak Bangsa, Wolter Monginsidi, Sepasang Merpati, Telegram - Penulis skenario sinetron, antara lain Keluarga Rahmat, Pas, None, Warung Tegal, Dukun Palsu (komedi terbaik pada FSI 1995), Jari-Jari Cinta, Balada Dangdut, Dendam, Cerpen Metropolitan, Plot, Klop, Melangkah di Atas Awan (penyutradara...