Postingan

Apresiasi Novel Pada Sebuah Kapal

PADA SEBUAH KAPAL Novel karya: NH Dini Cerita di awali dengan nostalgia Sri sebagai tokoh utama terhadap ayahnya. Ia mengenang ayahnya sebagai orang yang menjadi sosok “kawan” bagi anak-anaknya. Berbeda dengan ibunya yang mendidik anak-anaknya cukup otoriter. Sri mengingat ayahnya sebagai orang yang memiliki indera keenam. Tepatnya ia memiliki bakat seni yang lumayan aneh bagi saudara-saudaranya. Namun pada saat masih ada ayahnya ini Sri tidak merasa bakat ayahnya itu mengalir juga di tubuhnya. Ia bahkan mengira dirinya terlalu pemalu, karena memang ngobrolpun jarang, hanya sekedar menjawab pertanyaan. Akan tetapi apa yang terjadi setelah Sri masuk sekolah. Ia mengenal dunia tari. Dunia yang menjadi bagian hidupnya di masa mendatang. Darah seni ayahnya mulai terasa pada hari-hari menari. Ia rasakan kebahagiaan. Ia juga mulai menghayati keindahan benda-benda yang dulu menjadi kecintaan ayahnya. Meskipun ibunya bilang bakat menari telah diwarisi neneknya. Awal cerita seperti ini begitu m...

Apresiasi Prosa Fiksi

APRESIASI NOVEL SEKALI PERISTIWA DI BANTEN SELATAN Novel karya: Pramoedya Ananta Toer Di awal cerita, Pram menggambarkan tokoh utama sebagai seorang yang terjajah. ia adalah Ranta, sosok berperawakan gagah namun hanya menjadi buruh miskin. Ranta memiliki urusan yang cukup serius dengan Musa. Musa adalah seorang yang hidup makmur dari penderitaan orang lain. Termasuk Ranta. Ia biasa menyuruh Ranta untuk mengerjakan kemauannya, dan Ranta tidak berdaya untuk menolak. Suatu hari Ranta disuruh Musa mencuri bibit karet dan teh dari perkebunan dengan upah seringgit. Ranta dapat melaksanakannya, akan tetapi Musa tidak memberi Ranta upah tambahan. Tentu saja Ranta semakin tidak suka pada Musa. Secara psikologis, saya sedikit mendapat tekanan batin merasakan harga diri yang terjajah. Sepanjang membaca cerita penindasan ini, saya selalu ingin cepat-cepat membalas perbuatan Musa. Ini tidak adil jika dibiarkan. Dan Pram cukup cerdas memahami keinginan pembaca novelnya ini. Karena akhirnya Ranta me...

Apresiasi Prosa Fiksi: layar terkembang

APRESIASI NOVEL LAYAR TERKEMBANG karya : Sutan Takdir Alisjahbana Judul : Layar Terkembang Pengarang : Sutan Takdir Alisjahbana Cetakan : 33 Penerbit : Balai Pustaka Tahun : 2001 Tebal Buku: 166 Halaman Maria dan Tuti adalah dua bersaudara yang merupakan putri dari Raden Wiriatmadja. Tuti dikenal sebagai seorang gadis yang berpendirian teguh dan aktif dalam berbagai kegiatan organisasi wanita. Watak Tuti yang selalu serius dan cenderung pendiam, sangat berbeda dengan adiknya, Maria. Ia seorang gadis yang lincah dan periang. Dengan perbedaan kedua watak inilah Sultan Takdir Alisjahbana (selanjutnya ditulis STA) menarik hati pembaca. Di awal ia cenderung melebihkan karakter Maria dari Tuti, wajah yang cerah dan berseri-seri, serta bibir yang selalu tersenyum dan memancarkan semangat hidup yang dinamis, adalah penggambaran terhadap Maria. Bisa dikatakan bahwa karakter Maria adalah seseorang yang mudah kagum, mudah memuji dan memuja, lincah dan periang.. Berbeda dengan Tuti tentunya...

Apresiasi Prosa Fiksi

1. NOVEL SITI NURBAYA karya Marah Rusli Roman ini berkisah tentang kasih tak sampai karena adat yang terdapat di negri Minang waktu itu. Sinopsis Saat Siti Nurbaya masih kanak-kanak, ibunya meninggal. Inilah titik awal penderitaan hidupnya. Sejak saat itu hingga dewasa dan mengerti cinta ia hanya hidup bersama Baginda Sulaiman, ayah yang sangat disayanginya. Ayahnya adalah seorang pedagang yang terkemuka di kota Padang. Sebagian modal usahanya merupakan uang pinjaman dari seorang rentenir bernama Datuk Maringgih. Pada mulanya usaha perdagangan Baginda Sulaiman mendapat kemajuan pesat. Hal itu tidak dikehendaki oleh rentenir seperti Datuk Maringgih. Maka untuk melampiaskan keserakahannya Datuk Maringgih menyuruh kaki tangannya membakar semua kios milik Baginda Sulaiman. Dengan demikian hancurlah usaha Baginda Sulaiman. Ia jatuh miskin dan tak sanggup membayar hutang-hutangnya pada Datuk Maringgih. Dan inilah kesempatan yang dinanti-nantikannya. Datuk Maringgih mendesak Baginda Sulaima...

pancasila

PEDAGANG KAKI LIMA DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA OLEH: MR MARJAN KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat ilahi rabbi yang telah memberikan nikmat sehat dan nikmat ilmu kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang ada sekarang ini. Makalah ini berjudul “Pedagang Kaki Lima dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara”. Dimana di dalamnya penulis mencoba menyampaikan pandangan penulis meskipun disadari masih jauh dari kesempurnaan. Penulis juga mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan makalah ini. Mudah-mudahan makalah ini berguna bagi semua. Serang, 8 Januari 2009 Penulis BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Di kota-kota besar keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) merupakan suatu fenomena kegiatan perekonomian rakyat kecil. Akhir-akhir ini fenomena penggusuran terhadap pa...

Teori Sastra

Berbagai pendekatan sastra Oleh: Mr Marjan 1. Pendekatan biografis Wellek dan Warren dalam Theory of Literature menyatakan bahwa pendekatan biografis merupakan teori tertua dalam kajian sastra. Pendekatan ini terkait dengan latar belakang pengarang dan proses kreatif. Pendekatan biografi diarahkan sebagai representasi atau membaca teks sastra sebagai teks hidup pengarang. Pendekatan biografis ramai di Barat dalam pembicaraan sastra pada abad ke-19. Pendekatan ini lalu dianggap rentan dengan kelemahan dan kesalahan. Pada awal abad ke-20 teori ini jarang dipakai dala pembacaan dan penilaian teks sastra. Pelupaan atau penyingkiran ini justru memberi kemungkinan kejutan ketika ada yang mau memakai kembali dengan ramuan-ramuan tambahan atau pencanggihan tertentu. Kebutuhan terhadap keterangan utuh atau totalitas teks sastra dan pengarang bisa ditemukan dengan penedekatan biografi. 2. Pendekatan Psikologis Psikoanalisis dalam sastra memiliki empat kemungkinan pengertian. Yang pertama adalah...

Hubungan Membaca dengan Menyimak

HUBUNGAN MEMBACA DENGAN MENYIMAK Oleh: Mr Marjan A. Hubungan Membaca dengan Menyimak Prof. Dr. Henry Guntur Tarigan (1994:2) menuliskan hubungan penting antara membaca dan menyimak antara lain: 1. Pengajaran serta petunjuk-petunjuk dalam membaca diberikan oleh sang guru melalui bahasa lisan. 2. menyimak merupakan cara atau mode utama bagi pelajaran lisan ( verbalized learning) selama tahun-tahun permulaan di sekolah. 3. kosa kata atau perbendaharaan kata menyimak yang sangat terbatas mempunyai kaitan dengan kesukaran-kesukaran dalam belajar membaca secara baik. 4. menyimak turut membantu sang anak untuk menangkap ide utama yang diajukan oleh pembicara; bagi pelajar yang lebih tinggi kelasnya, membaca lebih unggul daripada menyimak sesuatu yang mendadak dan pemahaman informasi yang terperinci. Membaca tanpa menyimak apa yang dibaca. Itulah yang kebanyakan yang dilakukan oleh orang. Pernah membaca paragraf yang sama sampai tiga kali diulang? Atau sudah selesai di paragraf terakhir tanpa...